Thursday, May 24, 2018

Car Free Day dan Parade Asian Games


13 Mei 2018, gue terbangun sekitar pukul 5.30 pagi di apartemen ikhsan (sebuah apartemen 18 lantai berjudul "Margonda Residence" yang terletak di Kota Depok). Sholat subuh sebentar lalu bersama Made dan Ikhsan (sayang sekali Rizqi gabisa ikut karena hari itu simak UI), kami bersiap menuju ke Car Free Day pertama gue (dan made) karena kebetulan juga hari itu kabarnya ada parade asian games. Langsung jalan ke stasiun UI.


Dari stasiun UI kami turun di stasiun sudirman. Keluar stasiun ternyata di depannya langsung cfd-nya. Lalu kami jalan menuju keramaian. Di sepanjang jalan kami menemui banyak orang yang lagi aktif banget sama kegiatan mereka. Ada yang jualan, mulai dari baju sampai sarapan. Banyak juga yang olahraga, seinget gue ada 3 senam berbeda yang berlangsung di sepanjang jalan. Ada kampanye sosial (bukan politik ya) seperti bullying dll. Ada juga yang ngamen cosplay. Suasana car free day ini baru banget buat gue, untuk pertama kali selama 3 tahun di jabodetabek gue ngerasain jakarta yang cukup dingin dan segar.
Dari situ kami bertiga terus jalan dan sampailah di depan sarinah, salah satu jalan yang dilalui paradenya. Orang-orang udah pada ngumpul di tepi, pingin lihat. Kami bertiga ikutan. Nggak lama, paradenya lewat. Di sini, semua sponsor di asian games memamerkan keunikan rombongannya masing-masing. Sponsor yang ikutan juga banyak banget. Ada grab, pertamina, PLN dan banyak lagi. Semuanya keren-keren. Mulai dari orang pake egrang tinggi-tinggi sampe kostum-kostum yang didesain dengan estetik banget semuanya ada. Parade diakhiri dengan rombongan dari Jember Fashion Caravan yang mengenakan kostum bagus-bagus bertemakan kerajaan nusantara.


Setelah parade kami bertiga sarapan ketoprak, lalu jalan terus ke monas. Ini juga pertama kalinya gue 'ke monasnya'. Biasanya cuma ngeliatin dari stasiun gambir aja. Ternyata di dalam areanya ada taman yang indah sama ada trail batu-batu buat pijat refleksi nyeker. Kami istirahat di depan monasnya, sambil nungguin rizqi yang masih simak. Rencananya kami mau balik ke asrama bareng-bareng biar hemat.


Dari tempat kami istirahat terlihat gedung perpustakaan nasional, monomen nasionalnya sendiri, dan gedung-gedung tinggi yang terlihat samar-samar di kejauhan. Kelihatan juga orang-orang yang ngantri sesuatu di gedung monasnya. Kata ikhsan sih ngantri buat naik ke atas. Gue juga pengen, tapi rizqi harusnya udah selesai simak dan kami harus segera balik ke apartemen. Kami berjalan (cukup jauh) menuju stasiun gondangdia, dan naik kereta kembali ke stasiun ui. Announcer berbicara, pintu ditutup, kereta lalu bergerak mengakhiri petualangan kali ini, membawa gue ke petualangan selanjutnya.

Terimakasih sudah membaca!

0 comments:

Post a Comment